Jumat, 19 Juni 2009

GLC Street Team berkunjung ke Situ Gintung!

Pada hari ini, tanggal 19 juni 2009, team Green Label Campaign, Yang terdiri dari dua orang, yaitu Bastoni Hutabarat dan Denny Wahyuwono E, melakukan kunjungan perdana ke lokasi musibah jebolnya danau Situ Gintung, berlokasi di daerah ciputat, tanggerang ,banten. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka riset lokasi penanaman bibit pohon yang akan diadakan Green Label Campaign dalam waktu dekat ini, sebagai tindak lanjut dari pelestarian hutan yang digalakan dalam setiap kegiatan GLC.

Setelah melakukan komunikasi dengan pihak setempat, ternyata Danau situ gintung rencananya akan segera di rehabilitasi kembali oleh pemerintah setempat sekitar 2-3 bulan lagi.
oleh karena itu rencana untuk melakukan kegiatan penanaman bibit di daerah Situ Gintung kemungkinan besar akan dibatalkan.

Namun kegiatan penanaman bibit pohon tersebut bukan berarti tidak akan dilaksanakan, untuk saat ini ada beberapa lokasi cadangan lainnya yang masih dipertimbangakan untuk dipilih sebagai lokasi penanaman bibit tersebut. akan tetapi sekali lagi perlu banyak pertimbangan dalam pelaksanaannya.

Saat ini ada beberapa lokasi cadangan dalam kegiatan penanaman bibit ini, antara lain :
- Pulau Kelapa (P. Seribu)
- Taman Wisata Alam/Mangrove (Muara Angke)
- Bantar Gebang (Bekasi)

Sedikit informasi mengenai batalnya penanaman bibit GLC di Situ Gintung.
Situ gintung merupakan danau yang tadinya seluas 32 Hektar, dan dari informasi yang GLC dapat, sekarang tinggal tersisa sekitar 23 hektar lagi. Itu artinya 1o Hektar lagi hilang. Penyebabnya adalah pengurukan tanah di daerah tepi Situ Gintung. Dalam Situ Gintung terdapat dua pintu air yang berfungsi mengatur debit air, namun hanya satu pintu saja yang difungsikan secara maksimal. Itupun masih dirasa kurang efisien.

Hal lain yang menjadi alasan mengapa musibah itu bisa terjadi adalah karena kelalaian manusia juga. mengapa??!.. Karena seharusnya lokasi di sebelah tanggul Situ Gintung tidak diperuntukan untuk pemukiman warga, seperti yang terlihat di media beberapa waktu lalu, tinggi permukaan Danau Situ Gintung sejajar dengan pemukiman warga yang terkena air Bah jebolnya tanggul tersebut, bahkan kalau dilihat secara seksama, permukaan pemukiman warga tersebut justru lebih rendah dari permukaan Danau.

Inilah penjelasan secara garis besar dan rasional mengapa bencana itu terjadi..
Tanggul Danau Situ Gintung tidak kuat lagi menahan tekanan Air sebesar 2 juta kubik, yang tadinya tertampung dalam danau seluas 32 Ha, sekarang berkurang menjadi 23 Ha. Ibaratkan saja jika kita menggenggam segelas air mineral plastik yang masih terisi penuh, lalu kita menggenggamnya dengan sedikit tekanan hingga volume dalam gelas air itu berkurang. Pasti air dalam gelas plastik itu akan tumpah bukan?!.. Bedanya dalam bencana ini, air tumpahan itulah yang menjadi penjemput ajal bagi 102 orang korban meninggal.


Informasi-informasi mengenai Situ Gintung, kami dapat dari seorang bapak yang dengan ikhlas melayani setiap pertanyaan kami tentang keadaan Situ Gintung saat ini. Terima kasih kami ucapkan.

berikut foto-foto pengungsian sementara korban situ gintung.







berikut foto-foto Lokasi musibah terjadi.





Salam Hangat.

Green Label Campaign Street Team

Tidak ada komentar:

Posting Komentar